Personel Polres Kayong Utara Aktifkan IKD, Siap Jadi Agen Perlinsos

Sukadana – Dua hari berturut-turut, Selasa hingga Rabu (13–14/10/2026), ruang pelayanan di Markas Polres Kayong Utara dipenuhi anggota yang sibuk dengan ponselnya. Mereka mengunduh aplikasi, memasukkan data, memindai wajah, lalu menunggu kode aktivasi dari petugas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kayong Utara.

Kepala Disdukcapil Kayong Utara, Aslinda, S.Hut., M.M., memimpin langsung kegiatan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) tersebut. Ia turun ke lapangan bersama tim, menyapa personel yang mengantre, dan memastikan setiap proses berjalan tanpa hambatan.

Kegiatan ini punya tujuan yang lebih besar dari sekadar mengaktifkan aplikasi di ponsel. Jajaran TNI dan Polri kini ditetapkan sebagai bagian dari Agen Perlindungan Sosial (Perlinsos). Mereka berperan membantu menjangkau masyarakat miskin dan kelompok rentan agar program perlindungan sosial tepat sasaran. Untuk menjalankan tugas itu, personel wajib memiliki akun IKD yang aktif.

IKD sebagai Pintu Masuk

Bagi personel TNI dan Polri, IKD menjadi syarat wajib sebelum mereka bisa bertugas sebagai Agen Perlinsos. Akun IKD yang sudah aktif dan tervalidasi menjadi dasar untuk proses aktivasi berikutnya sebagai agen. Tanpa akun tersebut, personel tidak dapat melangkah ke tahap itu.

Karena itu, Disdukcapil memilih mendatangi Polres langsung. Personel tidak perlu meninggalkan tugas jaga atau mengantre di kantor dinas. Petugas menyiapkan meja layanan di lokasi, membantu pengunduhan aplikasi, memandu pengisian data, dan memastikan verifikasi selesai pada hari yang sama.

Proses aktivasi berjalan dalam beberapa tahap. Personel membawa KTP-el dan ponsel pintar, mengunduh aplikasi IKD, mengisi data, lalu menjalani verifikasi. Petugas kemudian memberikan kode aktivasi dan personel membuat PIN. Setelah itu akun IKD aktif dan siap divalidasi untuk keperluan Perlinsos.

Mengapa Aparat Dilibatkan

Penyaluran bantuan sosial selama ini kerap terkendala data dan jarak. Ada warga yang layak menerima bantuan tetapi belum terdata. Ada pula warga di pelosok yang sulit dijangkau petugas. Keterlibatan TNI dan Polri membuka jalan karena personel mereka tersebar hingga ke desa dan dusun, dan mereka sehari-hari berada dekat dengan masyarakat.

Anggota yang bertugas di wilayah terpencil, misalnya, bisa menjadi mata dan telinga yang melihat langsung kondisi warga. Dengan akun IKD yang valid, mereka dapat mengurus keperluan sebagai Agen Perlinsos secara terdata dan terverifikasi.

Manfaat untuk Masyarakat

Digitalisasi Perlinsos menyentuh kehidupan warga di tiga hal.

Pertama, bantuan lebih tepat sasaran. Identitas digital yang tervalidasi membantu memastikan penerima benar-benar orang yang berhak. Warga miskin dan kelompok rentan tidak lagi bergantung pada keberuntungan agar namanya tercatat.

Kedua, penyaluran lebih transparan. Proses yang terekam secara digital memudahkan penelusuran. Siapa menerima apa, kapan, dan lewat siapa bisa dicek. Peluang penyimpangan menyempit, dan warga punya dasar yang jelas untuk bertanya jika bantuan tak kunjung sampai.

Ketiga, jangkauan lebih luas. Agen Perlinsos yang dekat dengan warga membantu menjangkau mereka yang selama ini luput, seperti lansia yang tinggal sendiri, penyandang disabilitas, dan keluarga di daerah yang jauh dari pusat layanan. Bagi masyarakat Kayong Utara yang sebagian tinggal di wilayah pesisir dan kepulauan, kehadiran petugas yang mau menjemput bola berarti penghematan waktu dan biaya perjalanan.

Intinya sederhana: bansos seharusnya sampai ke tangan yang membutuhkan, bukan tertahan di data yang tidak akurat.

Dua Hari, Satu Tujuan

Selama dua hari kegiatan, personel Polres bergantian mengikuti aktivasi sesuai jadwal tugas masing-masing. Sebagian cepat menyelesaikan prosesnya. Sebagian lain perlu bantuan tambahan, mulai dari sinyal yang lemah hingga kendala mengingat surel yang dipakai saat mendaftar. Petugas Disdukcapil menanganinya satu per satu di tempat.

Aslinda menegaskan bahwa kegiatan ini mendukung percepatan digitalisasi Perlinsos di Kayong Utara. IKD yang aktif menjadi fondasi agar data dan identitas pelaku di lapangan jelas sejak awal. Disdukcapil juga terbuka melayani kegiatan serupa bagi instansi lain yang membutuhkan.

Di balik meja layanan, pekerjaan ini terlihat sederhana: unduh, isi, verifikasi, selesai. Namun hasilnya bisa panjang. Setiap akun yang aktif berarti satu personel lebih siap turun membantu warga, dan setiap warga yang terjangkau berarti satu keluarga lebih besar peluangnya menerima haknya.

Warga yang ingin mengaktifkan IKD secara mandiri dapat mendatangi kantor Disdukcapil Kayong Utara dengan membawa KTP-el asli dan ponsel pintar. Petugas siap membantu hingga identitas digital dapat digunakan.