Koramil Sukadana Aktifkan IKD, Anggota TNI Siap Jadi Agen Perlinsos

Sukadana – Kamis pagi (15/10/2026), para prajurit di Koramil 1203-02/Sukadana menyisihkan waktu untuk urusan yang tidak biasa: mengaktifkan identitas kependudukan di ponsel masing-masing. Satu per satu mereka mengunduh aplikasi, mengisi data, lalu menunggu petugas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kayong Utara memberikan kode aktivasi.

Kepala Bidang Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Kayong Utara, Maiyatul Jandah, SE.I., memimpin langsung kegiatan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) tersebut. Ia mendampingi tim di lokasi dan memastikan setiap anggota yang datang bisa menyelesaikan prosesnya hingga akun aktif.

Aktivasi ini mendukung percepatan digitalisasi Perlindungan Sosial (Perlinsos) di Kayong Utara. TNI dan Polri memiliki peran strategis sebagai Agen Perlinsos. Mereka membantu menjangkau masyarakat miskin dan rentan agar program perlindungan sosial berjalan lebih efektif dan tepat sasaran. Bagi personel, akun IKD yang aktif dan tervalidasi menjadi salah satu syarat penting untuk menjalankan tugas itu.

Identitas Digital sebagai Bekal Bertugas

Mengapa IKD begitu penting bagi para Agen Perlinsos? Jawabannya terletak pada kejelasan identitas. Agen yang turun ke tengah masyarakat harus terdata dan terverifikasi sejak awal. Akun IKD yang aktif dan tervalidasi membuktikan bahwa data kependudukan pemiliknya sudah dicocokkan dengan data resmi negara.

Karena itu, Disdukcapil memilih mendatangi Koramil secara langsung. Anggota tidak perlu meninggalkan tugas dan menempuh perjalanan ke kantor dinas. Petugas membuka layanan di lokasi, membantu pengunduhan aplikasi, memandu pengisian data, dan mendampingi tahap verifikasi.

Alurnya bertahap. Anggota membawa KTP-el dan ponsel pintar, mengunduh aplikasi IKD, lalu mengisi data yang diminta. Setelah verifikasi, petugas memberikan kode aktivasi dan anggota membuat PIN. Begitu PIN tersimpan, identitas digital aktif dan siap dipakai untuk proses aktivasi sebagai Agen Perlinsos.

Pertemuan langsung dengan petugas menjadi bagian penting dari proses ini. Petugas memastikan data pemilik akun sesuai dengan data kependudukan yang tersimpan, sehingga akun tidak bisa diaktifkan sembarang orang.

Prajurit yang Dekat dengan Warga

Koramil berada di garis terdepan pembinaan wilayah. Para anggotanya mengenal desa dan dusun di sekitar mereka, mengetahui jalan yang bisa dilalui, dan sering bertemu warga dalam berbagai kesempatan. Kedekatan itu menjadi modal berharga untuk menjangkau masyarakat yang selama ini sulit tersentuh program bantuan.

Banyak keluarga yang berhak menerima bantuan sosial belum tercatat dengan baik. Ada pula yang tinggal jauh dari pusat layanan sehingga tidak tahu cara mengurus haknya. Di titik inilah Agen Perlinsos berperan. Dengan identitas digital yang sah, mereka dapat membantu warga dengan cara yang terdata dan dapat dipertanggungjawabkan.

Manfaat untuk Masyarakat

Digitalisasi Perlinsos membawa perubahan nyata bagi kehidupan warga dalam beberapa hal.

Pertama, bantuan lebih tepat sasaran. Agen yang terverifikasi membantu memastikan data penerima akurat. Warga miskin dan rentan memiliki peluang lebih besar untuk tercatat dan menerima haknya, tanpa harus menunggu kebetulan.

Kedua, penyaluran lebih transparan. Proses yang terekam secara digital memudahkan pelacakan. Warga dapat mengetahui bantuan apa yang mereka terima, dan petugas dapat mempertanggungjawabkan setiap langkahnya. Ruang bagi penyimpangan pun menyempit.

Ketiga, pelayanan datang ke warga. Warga lanjut usia, penyandang disabilitas, dan keluarga di daerah terpencil tidak selalu mampu mendatangi kantor layanan. Dengan Agen Perlinsos yang dekat dengan mereka, urusan bantuan bisa dibantu dari lingkungan sendiri. Waktu dan biaya perjalanan pun terhemat.

Keempat, kepercayaan terhadap program meningkat. Ketika warga melihat bantuan sampai kepada yang berhak, kepercayaan terhadap pemerintah ikut tumbuh.

Sederhananya, bansos harus sampai ke tangan yang membutuhkan, bukan tertahan di data yang keliru atau jarak yang jauh.

Kolaborasi yang Terasa Dekat

Kegiatan di Koramil ini memperlihatkan kerja sama Disdukcapil dan TNI dalam pelayanan publik. Disdukcapil membawa keahlian layanan kependudukan, sementara TNI menyediakan jaringan personel yang tersebar hingga ke tingkat desa. Keduanya saling melengkapi untuk satu tujuan: membuat layanan negara lebih dekat dengan warga.

Maiyatul Jandah menegaskan bahwa aktivasi IKD bagi personel merupakan bagian dari upaya mempercepat digitalisasi Perlinsos di Kayong Utara. Menurutnya, identitas digital yang aktif dan tervalidasi akan membantu personel menjalankan tugas sebagai Agen Perlinsos dengan lebih tertib dan akurat.

Sebagian anggota menyelesaikan aktivasi dengan cepat. Sebagian lain memerlukan bantuan tambahan, misalnya karena sinyal yang lemah atau lupa surel yang dipakai saat mendaftar. Petugas menangani setiap kendala di tempat sampai akun aktif.

Disdukcapil berencana melanjutkan layanan serupa agar seluruh personel yang berperan sebagai Agen Perlinsos memiliki akun IKD aktif. Dengan begitu, proses validasi dan aktivasi sebagai agen dapat berjalan lancar dan manfaatnya segera dirasakan masyarakat.

Warga yang ingin mengaktifkan IKD secara mandiri dapat mendatangi kantor Disdukcapil Kayong Utara dengan membawa KTP-el asli dan ponsel pintar. Petugas siap membantu hingga identitas digital dapat digunakan.