1. Pengertian kematian

adalah tidak adanya secara permanen seluruh kehidupan pada saat mana pun setelah kelahiran hidup terjadi.

2. Hal-hal yang perlu diketahui

  1. Setiap kematian wajib dilaporkan oleh krtua RT atau nama lainnya di domisili penduduk kepada Instansi Pelaksana paling lambat 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal kematian.
  2. Berdasarkan sebagaimana dimaksud  Pejabat Pencatatan Sipil mencatat pada Register Akta Kematian dan menerbitkan Kutipan Akta Kematian.
  3. Dalam hal terjadi ketidak jelasan keberadaan seseorang karena hilang atau mati tetapi tidak diketemukan jenasahnya, pencatatan oleh Pejabat Pencatatan Sipil baru dilakukan setelah adanya penetapan pengadilan.
  4. Dalam hal terjadinya kematian seseorang yang tidak jelas identitasnya, instansi pelaksana melakukan pencatatan kematian berdasarkan keterangan dari kepolisian.
  5. Proses Penerbitan  Akta Kematian pada Instansi Pelaksana (Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil) paling lambat 14 (empat belas) hari.

3. Persyaratan Akta Kematian

REGISTRASI PERUBAHAN BIODATA KEMATIAN + AKTA KEMATIAN
    
1.    Mengisi formulir F1-01 dan F1-06 dari Desa dan Kecamatan di cap basah;
2.    Mengisi formulir perubahan biodata F1-05 bermaterai 10.000 dari Desa;
3.    Mengisi formulir F2-29;
4.    Surat Keterangan Kematian dari Desa/Puskesmas/Dokter;
5.    Fotocopy KTP-EL Saksi 2 Orang;
6.    Jika Orang yang meninggal memiliki KTP-EL agar dikembalikan ke Disduk Capil;
7.    Map merah 1 buah.
    
Catatan Tambahan : Setiap Pengurusan Dokumen Kependudukan Harap Menyertakan Fotocopy Surat Nikah Untuk memperbaharui data kawin tercatat di Kartu Keluarga.

Informasi Kontak Kantor

Alamat:

Jl. Bhayangkara, Sukadana - Kab. Kayong Utara

Whatsapp:

0811-567-4776

Email:

disdukcapil_kku@yahoo.com